Rabu, 14 Desember 2011

Gadis Belia dan Gitar Kecilnya


Mengingat tentangmu, wahai gadis muda... 
Kauserahkan tarikan nafasmu pada debu dan angin jalan yang panas.. 
tak peduli siang begitu kejam, malam begitu panjang untuk kau duduk diam dan merenungi setiap butir nasi pada dapurmu.. 
Hanya menginginkan anakmu dapat susu, dan waktu yang kaumiliki tak terbuang percuma. 
Kau hanya inginkan kehidupan, bukan bakat yang tersia-siakan.
Untukmu, di sudut manapun kota itu..


- memoar tentang seorang gadis belia di satu titik keramaian Jogja Utara (Pattrasani, 2007) -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar