Kota Bukit
Aku tinggal di kota bukit yang indah..
Dimana matahari pagi membagikan cahaya pertamanya, seperti lapisan-lapisan kilau sutera di setiap lekuk bukit kota ini.
Kata orang, kota ini tak bersemangat, tak ingin memperjuangkan kebaruan, tak berhasrat pada perubahan, tak ada cita rasa..
Tapi disini pulalah kusadari bahwa aku masuk dalam atmosfer natural, batas ambang antara modern dan tradisi, antara pergerakan dan perdiaman.
Tak banyak pergerakan, tak juga diam.
Aneh, apakah aku merasa karakterku berada dalam definisi yang sama dengan kota ini? Relevan?
Disinilah kutemukan kontras diriku, penutupan ambisiku, peredaman hasratku yang meluap, keliaran imajinasiku yang semakin terkontrol sekaligus tertekan.
Aku dinetralkan.
Tak ada keluarga, tanpa sahabat untuk berbagi kenangan, aku seakan diajak untuk menuliskan kisahku yang baru, pada tiap lembaran kosongnya.
Aku mulai menemukan persinggungan, untuk apa aku berada disini, untuk apa aku diperkenalkan dengan detak hidup kota ini.
Pertemuan dengan kota ini membawaku pada mimpi masa lalu, yang baru kusadari kutemukan dalam rahasia kota ini.
Tentang hidup, nuansa, kebebasan, kesendirian, tantangan, harapan, segala hal yang di masa lalu menjadi imajinasi diluar sadar.
Mungkin aku bisa mencintai kota ini...
Pattrasani
Kota bukit – Minggu, 7 Agustus 2011 – 01:01
Tidak ada komentar:
Posting Komentar